Barebone Intel N3150: solusi murah HTPC

Akhir pekan ini, sebuah Mini PC tiba dengan spesifikasi: Intel N3150 (Brasswell), memory 4GB DDR3, harddisk SSD 64 GB mSATA, Wifi dengan dua antena, bluetooth, 2 port HDMI, 2 port LAN 1GBps, 2 port USB standar dan 4 port USB 3. Biasanya harga jual benda ini mencapai Rp. 3 juta  tanpa SSD, dan saya cukup beruntung mendapatkan semuanya dengan harga di bawah Rp. 2 juta. 

Tampak depan

Tampak belakang

Spesifikasi ini sebenarnya dapat digunakan dengan berbagai OS seperti Chromebook, maupun OS untuk HTPC seperti OpenELEC, Kodibuntu, dan sebagainya.  Akan tetapi, pada kesempatan ini  Windows 10 versi 1703 digunakan sebagai sistem operasi terpasang. Proses update Windows ke versi 1703 memakan waktu sekitar 4 jam. Booting dari Mini PC sejak awal dinyalakan berlangsung sekitar 15 detik, dan Mini PC dapat dioperasiokan dengan nyaman setelah 30 detik. Cukup cepat untuk ukuran sebuah komputer berbasis SoC dengan daya puncak sekitar 15 W dan suhu casing mencapai ~40 C saat full load


Sistem Operasi yang digunakan

Burst speed berada pada kecepatan 2,07 GHz, sementara kecepatan normalnya adalah 1,6 GHz. Saat dipadankan dengan monitor 4K, resolusi puncak yang dapat dicapai adalah 3840x2160p (30 Hz) atau 2560x1440p (60 Hz). Tetapi saya menggunakan resolusi 1920x1080p (60Hz), karena masih banyak program yang belum mendukung resolusi di atas 1080p dengan nyaman (misal: font tidak dapat di-scaling, sehingga tampak terlalu kecil).  

Pengaturan resolusi dan beban CPU


Untuk menjadi HTPC, Kodi dapat diinstalasikan dari Windows Store ataupun dengan mengunduh langsung dari website Kodi. Saya menggunakan resolusi 1280x720p dengan Kodi agar streaming berlangsung dengan smooth. Sebenarnya, pada resolusi 1920x1080p pun masih terlihat tanpa lag, hanya saja internet di kota ini kurang stabil untuk resolusi Full-HD. 

TV streaming dengan Kodi

Secara umum, Mini PC ini nyaman digunakan untuk browsing, karena sinyal yang kuat akibat Wifi 2 antena, dan cukup responsif untuk pekerjaan ringan tersebut. Saya membuka 6-7 tab di Google Chrome, dua diantaranya adalah Gmail dan Google Drive yang dimanfaatkan untuk bekerja sehari-hari, terutama kolaborasi data dengan tim menggunakan Google Docs, Sheets dan Presentation. Kinerja multimedia ringan seperti untuk mengedit dua foto pertama di atas (masing-masing dengan besar file 4.4 MB) berlangsung mulus. Saya menggunakan app Photo bawaan Windows 10 di komputer ini tanpa mengalami lag, beban puncak CPU yang diamati berada pada kisaran 60-70% selama 1-2 detik. Saat upload, dan tab terbuka cukup banyak, beban CPU naik mencapai 85-90% dan memori terpakai sekitar 87%.

Saat capture, upload gambar, dan pemantauan kinerja Mini PC

Intinya, Mini PC berkekuatan Intel N3150 ini worthed untuk keperluan ringan seperti browsing, menonton youtube, menjadi HTPC, penggunaan office ringan seperti mengedit melalui Google Docs. 

Akan tetapi, apabila Anda ingin menggunakan untuk keperluan yang lebih serius, seperti mengedit foto dengan Photoshop, bekerja dengan worksheet yang kompleks (banyak rumus dan skrip),  Intel NUC dengan chip Intel Iris dengan prosesor minimal i3, memori 8 GB dan SSD 256 GB tampaknya lebih sesuai. Untuk gamer, solusi Mini PC disarankan dengan Mini-ITX yang dapat ditambahkan graphic card. Urusan elektronik, harga memang tidak bohong :D

Comments

Popular posts from this blog

Merakit Destilator Bioetanol Sederhana (1)

DHT11 incubator with I2C LCD (part 1)

LM35 Incubator with LCD 16x2 on Arduino